Mengurangi Dampak Pembatalan Reservasi Hotel untuk Menghadapi Masa Recovery

Pandemi Covid-19 tahun 2020 benar-benar membuat sektor perhotelan menurun drastis dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Ada pembatasan sosial berskala besar yang membuat pemiliki hotel tidak bisa melakukan banyak hal untuk melakukan penjualan. Namun, disaat krisis seperti ini kita masih bisa melakukan beberapa cara untuk mengurangi dampak pembatalan pemesanan dan cara yang ampuh untuk siap menghadapi normal yang baru (New Normal):

 

Mengoptimalkan Digital Marketing

Digital marketing diperlukan sebagai pengembangan merek hotel yang penting saat masa pandemi. Meskipun sedang dilanda krisis, konten marketing yang dibuat secara apik dan konsisten, membuat tamu yang pernah menginap atau baru akan menginap selalu ingat dengan brand hotel anda. DItambah dengan interaksi di sosial media, juga dapat meningkatkan awareness dan engagement pada para tamu.

Menyesuaikan Harga, Bukan Menurunkannya.

Boleh saja menurunkan harga, asalkan harga tersebut bersifat kompetitif. Menurunkan harga besar-besaran bukan menjadi solusi, melainkan akan berdampak pada masa setelah krisis berakhir. Penyesuaian harga dapat dilakukan dengan cara memberikan free upgrade kamar, dan dapat menjadi fleksibel terhadap cancellation dan perubahan-perubahan yang diinginkan tamu tanpa ada biaya tambahan.

Tamu Domestik Saat Masa Recovery

Saat memulai recovery, hotel di beberapa negara tentu belum dapat menerima tamu dari luar negeri begitu saja. Mengingat belum adanya kapan pandemi ini berakhir, hotel dan properti lainnya wajib menyiapkan strategi pemasaran pada target domestik. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat konten digital marketing yang dapat mengarahkan pasar domestik mengakses website hotel dan tidak lupa diberukan treatment khusus bagi pemilik kartu identitas tertentu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.